Simpul Mati di Tali Pusat Anakku




Assalamualaikum...

Perkenalkan, saya Dian. Usia 26 tahun dan baru saja menjadi seorang ibu. Saya mau sedikit bercerita tentang persalinan saya beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 28 Januari (maaf baru sempat berbagi cerita sekarang, karena kemarin2 baru keasyikan menikmati peran baru sebagai seorang ibu).
Berdasarkan USG, dokter memperkirakan HPL saya jatuh pada tanggal 8 Februari. Terakhir saya periksa ke dokter tanggal 23 Jan. Saya di USG, dokter bilang tampak ada aliran darah di sekitar leher dedek, kemungkinan itu adalah tali pusat. Tapi dokter belum bisa memastikan tali pusat itu melilit di leher atau hanya "semampir" di pundak, dokter bilang minggu depan di observasi lagi. Belum sampai menunggu satu minggu, Jumat dini hari tanggal 27 perut saya mules luar biasa, setelah malam sebelumnya bagian selangkangan rasanya kenceng2. Saya bangun dari ranjang dan berjalan bolak balik kamar-ruang tamu-kamar-ruang tamu untuk mengurangi rasa sakit. Menjelang subuh saya bangunkan suami, karena mulesnya bertambah2. Karena ini anak pertama, suami dan ibu jadi panik ketika tahu saya sudah mulai mules2 dan keluar flek. Segera setelah subuh saya dibawa ke klinik ibu alam. Di sana, dicek ternyata belum ada pembukaan. Saya diminta pulang dulu. Dan diwanti2 untuk banyak minum air plus makan selagi masih bisa makan.
Seharian itu, kontraksi belum bertambah juga frekuensinya. Masih seperti semula, datang tiap 10 menit sekali dengan lama kontraksi sekitar 30 detik. Ketika kontraksi datang, saya gunakan untuk berjalan-jalan guna mengurangi rasa sakit. Plus sambil baca2 buku AMANI. Disitu disebutkan kalau jalan2 bisa memmpersingkat lama persalinan hingga 20an %. Tak lupa sambil minum air putih dan makan kurma.
Jumat malam, kontraksi semakin intens. Datang kurang lebih tiap 5 menit sekali, tapi lamanya hanya 30 detik.an. Saya berusaha tetap tenang, sambil minta dipijit suami di bagian punggung untuk mengurangi rasa sakit. Saya juga mencoba posisi nungging atau 'goyang inul' untuk mengurangi rasa nyeri.
Jumat jam 10 malam, saya wa bu bidan untuk pamit tidur dulu, karena ngantuk luar biasa, dan berencana datang ke klinik keesokan harinya. Tapi tak berselang lama, tiba2 ketuban saya pecah. Langsung deh cus ke klinik. Di sana ganti baju dan dicek..ternyata sudah bukaan 5.
Di kamar bersalin, berbagai posisi dicoba untuk mencari posisi mana yg paling nyaman buat saya. Mulai dari tidur miring, pake bantal kuda, gymball, dsb. Dan menjelang adzan subuh kepala dedek sudah mulai terlihat. Meskipun sempat "timbul tenggelam" kepalanya, akhirnya jam 5 kurang 10 menit, launchinglah dedek. Dan ternyata terlilit tali pusat di leher plus ada simpul mati di tali pusat itu.
MasyaAllah. Saya tidak bisa berkata apa2 saking leganya. Dengan adanya lilitan seperti itu saya bisa melahirkan dengan normal dan minim intervensi medis.
Terima kasih kepada tim Ibu Alam yg telah dengan sabar membantu persalinan saya dengan menciptakan suasana yang nyaman sehingga bisa membantu saya lebih rileks dalam menjalani persalinan. 

 

Our Gallery

Kumpulan galeri klinik ibu alam

Contact Us

Untuk memperluas jaringan, dan kerjasama dalam mengaplikasikan konsep Ibu Alam ke dalam sebuah klinik pratama / utama / RS. Ibu Alam menyediakan pendidikan dan pelatihan (education and training) oelh Ibu Alam tim bagi stake holder yang berminat. Pelayanan holistik ini mampu bersaing di era global, karena mindset costumer bukan lagi pelayanan gratis namun pelayanan yang nyaman dan humanis. Company Profile Ibu Alam akan dikirim via email jika anda berminat mengadakan kerjasama.

Contact Info

  • Tegalsari 1/8 Mangunsari
    Sidomukti Salatiga
    Jawa Tengah 50721