Emosional dan Romantis




Siapa bilang melahirkan itu menyeramkan? Bagi saya melahirkan adalah suatu pengalaman yang paling emosional, dan romantis. Saya Pietra puspitasari, 26 tahun. Inilah pengalaman indah saya..

-00.30-
Saat itu jam menunjukkan pukul 00.30, 12 Februari 2017, suami terbangun dan sayapun spontan ikut terbangun untuk ikut ke kamar kecil, kemudian saya sedikit terkejut karena ada bercak darah yang muncul, dan saya langsung berfikir inilah saatnya, baby Ken akan lahir ke dunia. Segera mungkin saya kembali ke kamar dan memberi tahu suami yang baru saja mau kembali tidur, "Mas, kayanya hari ini deh.. " suami saya masih bingung.. lalu dia menjawab " apanya Um?",  "aq udah keluar darah". Lalu suami pun spontan panik dan bingung, tapi dia paham maksudnya. Mengingat HPL saya yang jatuh pada tgl 27 Februari, ternyata maju 2 minggu. Tapi saya mencoba tenang dan bicara dengan suami untuk tenang dulu, karena belum terasa mulas. Tapi tak lama kemudian hanya 10 menit, terasa kontraksi, dan saya menyuruh suami untuk memberi tahu Mama Papa di lantai atas kalau saya sudah ada tanda-tanda akan melahirkan. Kemudian merekapun turun dan ke kamar untuk menenangkan saya. Hal lucunya mereka berusaha menenangkan tapi ternyata mereka sangat panik, lalu saya bilang untuk tidur lagi saja mungkin masih nanti.
-01.00-
           Saya mencoba tidur kembali dengan selalu posisi miring kekiri, menurut sepengetahuan saya dan pengalaman teman - teman yang sudah melahirkan, posisi miring kiri mempercepat pembukaan. Ternyata 5 menit kemudian saya merasakan kontraksi lagi, saya coba melihat jam diponsel, saya ingin menghitungnya. Ternyata 5 menit kemudian kontraksi lagi hingga pukul 2.30 saya pastikan kontraksi terjadi setiap 5 menit sekali. Sebelumnya saya sempatkan sarapan seadanya karena dari pelatihan ibu hamil perusahaan ditempat saya bekerja dianjurkan untuk makan untuk tenaga, dan kebetulan sekali saya juga terasa lapar waktu itu. Kontraksi yang teratur tersebut membuat saya memutuskan untuk berangkat menuju Bidan Prita.
Papa saya langsung menyiapkan kendaraan dan suami menyiapkan segala perlengkapan melahirkan saya yang sudah siap kapanpun dibawa di meja kamar. Sebelum keluar rumah saya mencium tangan Mama dan Papa, dan suami untuk meminta maaf segala kesalahan serta meminta doa restu kelancaran melahirkan. /speechless/

-03.00-
          Tak sengaja nenek tetangga depan rumah yang selalu berangkat pagi untuk menjual makanan melihat saya bersiap menuju kendaraan, dan beliau paham kalau saya akan melahirkan, dengan menangis dia mencium pipi dan perut saya mendoakan kelancaran nanti melahirkan, tak lupa sayapun mencium tangannya untuk meminta restu. Jujur, sebelumnya saya memutuskan untuk melahirkan di salah satu RB di salatiga namun 2 hari sebelumnya kakak ipar bercerita tentang Bidan yang juga sudah cukup dikenal banyak orang dan mendapat tanggapan positif, tidak tahu kenapa saya langsung mantap dan tidak ragu untuk pindah haluan kesana, lagipula Mama saya juga langsung mantap dan meyakinkan saya ke Bidan Prita saja.

-03.30-
Kamipun sampai, Mama saya dan suami langsung memencet bel dan disambut oleh 2 doula dan mempersilahkan kami masuk. Meskipun saya tidak memiliki riwayat periksa disana, saya langsung disiapkan kamar dan dibimbing untuk duduk di gymball dan melakukan gerakan2 yang mempercepat pembukaan.. saya sama sekali tidak pernah ikut kelas yoga namun disana saya dibimbing bila kontraksi dialihkan kenafas, saya sama sekali tidak merasa panik, melainkan saya rileks sekali karena diberi pelayanan yang sangat ramah dan selalu diberikan senyuman apapun yang saya tanyakan dan lakukan ditanggapi dengan sabar.
-04.00-
Saya masih disuruh tidur apabila mengantuk, dan saya menuruti, tak lupa posisi miring kiri. Suamipun menyempatkan bersiap sholat subuh dahulu sebelum menemani saya. Namun ternyata kantuk hilang karena kontraksi lebih intens lalu saya putuskan untuk berjalan jalan dan berdiri. Tak lama kemudian terasa air mengalir tiada henti, lalu suami memanggil perawat dan saya dibawa ke Gentlebirth room..

-04.30-
Rasa mulas ingin mengejanpun datang. Tapi saya dibimbing mengalihkan rasa itu dengan menarik nafas panjang dan rileks.  Sayapun menuruti dengan sekuat tenaga mendamaikan hati dan pikiran mengalihkan kontraksi ke nafas panjang dan istighfar dengan bimbingan suami yang memegang erat tangan saya. Saat yang tak tertahankan itu datang dan Bidan Pritapun datang dengan suara yang tenang

Proses kelahiran saya, saya jalani dengan mengikuti instruksi bidan Prita. Sambil memeluk suami dengan posisi miring saya selalu dibimbing dengan kata kata yang menenangkan namun tetap berjuang untuk proses persalinan yang tak terlupakan itu..

-6.45-
Akhirnya.. Ken Zulkifli Ibadurrahman tiba ke dunia, saya dan suami menangis terharu, "anakku......" semua rasa sakit teralihkan dengan kehadirannya.. Papa dan Mama juga menangis terharu mendengar tangisan pertamanya.. alhamdulillah.. disini saya mengucapkan terimakasih atas bimbingan dari bidan Prita.. pengalaman gentle birth perdana yang cepat dan lancar.. kami semua bersyukur atas kemudahan proses kelahiran dari waktu, tempat, dan doula doula yang ada.. sungguh kebahagiaan yang tiada tara.. ^^

 

Our Gallery

Kumpulan galeri klinik ibu alam

Contact Us

Untuk memperluas jaringan, dan kerjasama dalam mengaplikasikan konsep Ibu Alam ke dalam sebuah klinik pratama / utama / RS. Ibu Alam menyediakan pendidikan dan pelatihan (education and training) oelh Ibu Alam tim bagi stake holder yang berminat. Pelayanan holistik ini mampu bersaing di era global, karena mindset costumer bukan lagi pelayanan gratis namun pelayanan yang nyaman dan humanis. Company Profile Ibu Alam akan dikirim via email jika anda berminat mengadakan kerjasama.

Contact Info

  • Tegalsari 1/8 Mangunsari
    Sidomukti Salatiga
    Jawa Tengah 50721