Belum Lahir Padahal Sudah HPL??




🍁*Belum Lahir Padahal Sudah HPL??*🍁

Sudah HPL Tapi Belum Lahir - Banyak sekali bunda yang panik karena usia kehamilannya sudah melewati HPL namun belum ada tanda persalinan. Istilah ini disebut (Serotinus). Lalu apa itu seronitus dan penjelasannya. Silahkan disimak.

Mengapa Kasus serotinus semakin hari semakin banyak terjadi?

Apa memang karena faktor makanan? Atau karena factor fisik ibu-ibu “jaman sekarang” yang cenderung “gak mau gerak” ? Karena kalau kita menengok kebelakang nenek kita dulu jarang sekali ada kasus seperti ini, karena mereka luar biasa olahraganya. Pagi hari udah jalan kaki naek bukit, 1 km ke pasar, ngepel dan lain-lain. Sedangkan jaman sekarang? Jalan 300 m aja pake mobil / motor, Mau pergi agak jauh dikit dianterin suruh duduk manis aja. Mau mindah channel TV saja pakai remote tidak mau beranjak dari tempat duduknya.

💐Fasilitas –fasilitas yang ada kadang terlalu memanjakan fisik kita akhirnya berefek pada:
- Posisi janin yang tak bisa optimal
- Proses pematangan serviks yang leboksitosin beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa HPL bukan harga mati bunda. Umur kehamilan itu bisa antara 38 s.d 42 minggu. Coba kita analisa dari cara menghitung HPL saja. Dunia kedokteran sampai saat ini belum bisa menentukan kapan hari, tanggal, dan jam terjadinya konsepsi pada tiap wanita dengan hitungan sesuai siklus mereka. Makanya akhirnya di buat rumus dimana sebenarnya rumus ini lebih berlaku pada ibu dengan siklus teratur 28 hr.

Rumusnya adalah Hari pertama Mens Terahir :
Harinya di tambah 7
Bulannya di kurangi 3
Tahunnya di tambah 1
Nah baru ketemu hari, tanggal bulan HPL.

Tapi kalau hari pertama haid terakhir padahal gak mungkin kan hari pertama haid terakhir itu dianggap hamil?

Tetapi kita juga belum bisa menentukan masa subur dan kapan tepatnya konsepsi jadi diambil yang paling mudah. Dan maka dari itu hari-nya di tambah 7. Nah dari sini bisa di analisa HPL bahwa sebenarnya HPL itu sangat bisa mundur bunda. Dari penelitian kebanyakan mundur 2 minggu atau malah maju 2 minggu, makanya di buat rata-rata 38 s.d 42 minggu.

Namun, bagi ibu hamil pasti rasa kuatirnya tinggi. Takut nanti kalau begini, takut nanti kalau begitu padahal pada dasarnya 90% ketakutan itu belum tentu terjadi. Bahkan kalau keseringan takut ini bahaya karena bisa jadi affirmasi negative bunda. Banyak ibu yang khawatir ketika si dokter bilang kalau air ketuban sudah berkurang. Hal ini wajar karena si bayi tambah besar, dan pasti ada penurunan kadar air ketuban. Tetapi kalau Bunda minum banyak, hindari stress, amati gerakan janin ya semuanya akan baik-baik saja.

Ingat, bayi punya waktunya sendiri untuk lahir. Mungkin secara fisik dia udah siap lahir namun secara mental dan spiritual, Belum tentu bunda. Makanya ketika bayi sudah siap body mind soulnya, dia akan kirimkan sebuah enzim yang akan dikirimkan ketubuh si ibu sehingga tubuh si ibu merespon lalu si hipotalamusnya ibu langsung ngeluarin oksitosin yang berakibat kontraksi dan lain sebagainya bunda.

Beberapa bunda memilih jalan induksi medis yang beresiko bagi bunda dan janin. Induksi boleh saja, bukannya menentang, tetapi harus dengan indikasi yang benar-benar BENAR! Artinya harus dengan indikasi medis yang jelas. Dan keputusan intervensi apapun harusnya tidak diputuskan hanya oleh 1 dokter saja tapi bisa 2 bahkan 3 dokter itu sudah etika kedokterannya begitu bunda sebenarnya.

Mari kita renungkan bersama…

Kalau bisa diupayakan sejak awal dengan siapkan fisik, mental, dan spiritual tentunya tidak akan terjadi seperti itu. Kalau sudah terlanjur lewat HPL upayakan yang alami dulu. Coba cek lalu lakukan dengan niat yang kuat. NIAT, UPAYA dan DOA.

Jangan terlalu “pasrah” saja kepada tehnologi medis bunda atau langsung cemas, khawatir, stres. Semua perasaan itu tidak ada gunanya. tidak akan membantu namun justru memperburuk keadaan bunda. Karena ketika seseorang stres, maka otak akan mengeluarkan hormon adrenalin dan katekolamin dan ini membuat semua otot di rahim dan sekitarnya lebih tegang, hormon ini juga menyebabkan hormon oksitosin menurun (oksitosin adalah hormon yang memicu kontraksi) selain itu membuat jantung bayi berdebar lebih kencang dan itu sangat tidak nyaman bagi bayi Anda.

Jika Bunda ingin bersalin lancar, aman dan nyaman upayakan sejak sekarang. Jika tak ingin di induksi atau di operasi upayakan sedini mungkin bahkan upayakan sejak ingin merencanakan.

1.Kenali Tubuh Anda
2.Ketahui Proses Persalinan dengan benar
3.Siapkan Fisik Anda
4.Siapkan Mental dan Spiritual
5.Kenali Hypno-birthing dan lakukan Reprogramming
6.Healing Birth Trauma
7.Latihan Nafas
8.Disiplin Berlatih Tehnik Relaksasi dalam Persalinan

Dengan demikian InsyaAllah proses persalinan Anda akan berjalan dengan lancar dan nyaman.
Salam hangat, 💕
Bidan Dewi (ibu alam)

Our Gallery

Kumpulan foto kegiatan dan pelayanan "IBU ALAM SALATIGA"

Team ibu alam

Lomba bayi sehat 2022 (28 agustus 2022)

BABY 4

Kelas Ramadhan 3

Selengkapnya

Contact Us

Untuk memperluas jaringan, dan kerjasama dalam mengaplikasikan konsep Ibu Alam ke dalam sebuah klinik pratama / utama / RS. Ibu Alam menyediakan pendidikan dan pelatihan (education and training) oelh Ibu Alam tim bagi stake holder yang berminat. Pelayanan holistik ini mampu bersaing di era global, karena mindset costumer bukan lagi pelayanan gratis namun pelayanan yang nyaman dan humanis. Company Profile Ibu Alam akan dikirim via email jika anda berminat mengadakan kerjasama.

Contact Info

  • Tegalsari 1/8 Mangunsari
    Sidomukti Salatiga
    Jawa Tengah 50721