Gentle Birth untuk Anak Pertamaku




Salatiga, 23 Juni 2017

Pertama kali datang ke Ibu Alam saya ditemani Ibu, sekitar trimester 3. Ibu saya cukup takut dan kurang mendukung dengan rencana saya melakukan persalinan di bidan. Sebelumnya, kontrol kehamilan rutin selalu dilakukan di dokter. Beruntung tempat tinggal saya (bukan di Salatiga) dekat dengan RS yang mendukung gentle birth dan studio prenatal yoga. Setidaknya saya sudah memiliki bekal yang benar untuk ber-gentle birth melalui kelas senam, kelas hypno birthingprenatal yoga, dan beberapa seminar kecil seputar persalinan. Di klinik Ibu Alam, saya dan ibu diberikan konseling singkat tentang gentle birth-nya Ibu Alam. Sepulang dari klinik, saya dibekali ilmu yang sungguh menentramkan, buku saku panduan gentle birth yang sangat bagus dari Ibu Alam, dan Ibunda yang berubah pikiran tentang pemahaman melahirkan di bidan. Itu semua membuat saya percaya diri dan siap melahirkan kapanpun, dimanapun, dan dibantu oleh siapapun.

Setelah berdiskusi dengan suami dan keluarga, ketika usia kehamilan sekitar 38 minggu, kami akhirnya yakin untuk merencanakan persalinan di Klinik Ibu Alam. Klinik ini memiliki alternatif fasilitas bersalin seperti di rumah sendiri. Kami diberikan satu rumah lengkap dengan kamar tidur, toilet, dapur, ruang tamu, serta ruang bersalin privat. Sungguh sesuai dengan tempat persalinan yang saya idamkan, karena home birth di rumah sendiri sepertinya akan cukup membuat panik orang serumah.

Menjelang HPL, tim Ibu Alam membuatkan group chat untuk memantau tanda-tanda menuju persalinan khusus untuk saya bertanya dan mengabarkan segala yang saya rasakan terutama jika sudah mulai muncul kontraksi. Selain itu Bidan Ibu Alam juga membekali birthing ball yang akan menjadi teman main saya sehari-hari sampai hari H tiba. Dengan pendampingan penuh dari tim Ibu Alam yang sungguh responsif, kami bisa tenang menanti gelombang cinta di rumah.

Di minggu ke-39 setelah makan nanas (induksi alami), flek dan kontraksi pun muncul. Namun semasih sakitnya bisa ditangani, tim Ibu Alam tetap menyarankan agar tetap rileks di rumah tidak perlu terburu-buru datang ke klinik. Saat itu saya masih bisa tertawa dan tersenyum, bahkan keluarga tidak menyadari bahwa gelombang cinta itu telah datang. Besoknya, ketika kontraksi telah rutin datang setiap 7 menit, saya dan suami akhirnya memutuskan ke klinik untuk cek posisi janin. Lalu malamnya kami memutuskan untuk bermalam di Rumah Doula yang sudah disiapkan oleh tim Ibu Alam. Saat bertemu dengan Bidan Ibu Alam, yang hanya dengan melihat saya masih bisa tersenyum saat berbincang, justru menyuruh saya istirahat dan tidur saja, karena persalinan masih lama. Bahkan Bidan Ibu Alam membantu meredupkan lampu ruang keluarga agar saya benar-benar istirahat dan memproduksi banyak oksitosin.

Pagi harinya kontraksi sudah semakin kuat dan terjadi setiap 5 menit. Selesai mandi (bersyukur disiapkan air hangat untuk mandi pagi, karena air Salatiga cukup nyess) kontraksi mulai intens dan tak tertahankan. Oleh doula yang mendampingi, saya diajak berdansa, sungguh membantu membuat lebih nyaman saat kontraksi muncul. Tak lama kemudian Bidan Ibu Alam datang dan melakukan VT (vagina toucher). Ini pertama dan terakhir kalinya VT dilakukan selama proses persalinan. Setelah dicek ternyata sudah bukaan 6.

Ditemani suami (yang masih ngantuk-ngantuk, baru saja bangun tidur dari kamar sebelah), Bidan Ibu Alam, proses persalinan dimulai dari bukaan 6 berlangsung selama kurang lebih satu jam dengan metode partial water birth. Partial water birth? Apa itu? Kenapa memilih itu? Ya, karena berendam air hangat itu sungguh kenyamanan dunia. Namun saya belum berani melahirkan di air. Jadi setelah bukaan lengkap, kepala bayi mulai terlihat, saya disuruh keluar dari air dan mulai boleh mengejan. Saat proses persalinan, Bidan Ibu Alam selalu memberikan semangat dan sugesti positif. Bahkan ketika kepala bayi sudah mau keluar namun saya tidak dapat ambil nafas panjang untuk mengejan karena mual setiap kontraksi terjadi, dengan sabar Bidan Ibu Alam tetap memberikan sugesti yang menenangkan. Setelah berkali-kali mengejan pendek, akhirnya bayi keluar dan saya disuruh siap untuk langsung menangkap badan mungilnya. Lega sudah rasanya seluruh badan, memeluk bayi mungil di dekapan saya. Tak ada trauma, tak ada lelah terasa pasca persalinan, hanya tertinggal perasaan penuh syukur. Terima kasih sebesar-besarnya sudah dipertemukan dengan tim yang hebat.

 

 


Our Gallery

Kumpulan galeri klinik ibu alam

Contact Us

Untuk memperluas jaringan, dan kerjasama dalam mengaplikasikan konsep Ibu Alam ke dalam sebuah klinik pratama / utama / RS. Ibu Alam menyediakan pendidikan dan pelatihan (education and training) oelh Ibu Alam tim bagi stake holder yang berminat. Pelayanan holistik ini mampu bersaing di era global, karena mindset costumer bukan lagi pelayanan gratis namun pelayanan yang nyaman dan humanis. Company Profile Ibu Alam akan dikirim via email jika anda berminat mengadakan kerjasama.

Contact Info

  • Tegalsari 1/8 Mangunsari
    Sidomukti Salatiga
    Jawa Tengah 50721