Persiapan Baik
Berbuah Manis




Kisah Kelahiran#elfathamirza: Persiapan Baik Berbuah Manis

    

Kehamilan merupakan salah satu anugerah terindah dalam hidup keluarga kecil kami. Menunggu kurang lebih 3 tahun setelah menikah, Allah menitipkan kehidupan baru di dalam rahim saya. Qodarullah di awal-awal kehamilan, beberapa ujian kecil muncul. Flek-flek yang saya alami cukup menimbulkan stres dan membuat kami tidak berharap banyak. Oleh DSOG pada saat itu diresepkan progesteron untuk mempertahankan kehamilan. Trimester pertama kehamilan, beberapa kali saya harus bed rest dan betul-betul menghindari aktivitas fisik.

 

Alhamdulillah menjelang trimester kedua kehamilan, saya mulai berkenalan dengan Ibu Alam ketika kepo dengan prenatal class-nya. Kontrol pertama di bidan mengubah cara pandang saya mengenai kehamilan dan persalinan. Kehamilan merupakan sesuatu yang alami dan persalinan bukanlah sebuah kegawatdaruratan (kecuali sudah diketahui ada indikasi medis). Flek yang saya alami ternyata karena letak plasenta yang masih di bawah (DSOG saat itu belum memvonis plasenta previa karena usia kehamilan masih sangat muda) kemungkinan diakibatkan karena anemia. Betul saja, ketika cek lab atas rekomendasi Bu Bidan, Hb saya saat itu hanya 9 dari Hb normal saat hamil trimester pertama adalah 11. Masih cukup waktu untuk meningkatkan Hb dengan cara alami. Saya pun mengikuti saran dari Bu Bidan, mengonsumsi kurma, air madu, daging merah, hati, jus bit, dan tak lupa minum air jeruk nipis tiap hari.

 

Kehamilan trimester ketiga benar-benar saya nikmati dengan beragam kegiatan olahraga (yoga, renang, jalan kaki), menyelesaikan kelas persiapan kehamilan, serta tak lupa merayu Allah untuk dapat mempermudah proses persalinan saya nanti.

 

Ujian kecil berikutnya hadir saat DSOG menyarankan induksi di usia kehamilan 38 minggu karena ada indikasi pengapuran plasenta. Berbekal ilmu yang pernah didiskusikan bersama Bu Bidan, saya mencari second opinion di DSOG lain. Ternyata oleh dokter tersebut dinyatakan bahwa tidak ada masalah dengan plasenta saya. Pengapuran sangat lazim terjadi di bulan terakhir kehamilan karena plasenta menua. Akhirnya saya mengikuti saran DSOG kedua untuk menunggu datangnya datangnya kontraksi secara alami.

 

Hari perkiraan lahir (HPL) pun tibalah. Meski sebelumnya induksi alami sudah dilakukan mulai dari active moving hingga makan nanas, mangga, dan kiwi, ternyata Nanda masih betah di dalam sana. Kontrol terakhir dengan DSOG menyatakan kondisi plasenta, ketuban, dan denyut jantung janin masih baik sehingga penantian masih berlanjut. Pada hari tersebut juga, saya membuat janji dengan MbakBidan untuk pijat sekaligus minta ditekan2 di titik induksi. Group chat yang dibuatkan oleh Bu Bidan di Whatsapp menjadi tempat saya bertanya ketika kontraksi palsu datang dan belum yakin dengan kontraksi yang sebenarnya.

 

Tiga hari setelah HPL, saya mulai merasakan gelombang cinta yang intens pukul 9 malam. Sepertinya adek memang menunggu waktu Ayah (dan paman-pamannya) pulang di akhir pekan, sesuai afirmasi yang sering kami ulang.

Setelah tiba di rumah Bu Bidan, belum sempat VT, saya sudah merasakan hasrat ingin BAB dan BAK. Begitu masuk toilet, badan sudah tidak mampu diajak kompromi sehingga saya memanggil bu bidan dan dibantu untuk duduk. Rasanya waktu itu sudah tidak karuan tapi masih bisa diingatkan untuk tetap mengatur nafas. Tiba-tiba terdengar suara seperti balon meletus dan ternyata itulah momen ketuban pecah. Saya diberi tawaran untuk VT atau langsung berendam untuk relaksasi dan saya memilih opsi kedua. Dua jam berendam di air hangat kemudian berpindah ke atas bed dengan ditemani gym ball untuk pelvic rocking, kepala bayi belum kunjung turun padahal bukaan sudah lengkap. Rupanya kandung kemih terlalu penuh. Setelah berusaha berkemih dan gagal, akhirnya diputuskan untuk dikeluarkan via kateter. Satu setengah jam kemudian kepala bayi sudah tampak dan dengan beberapa kali mengejan, Nanda lahir pada HPL+4 dipukul 03.10. Pemotongan tali pusat dilakukan oleh sang ayah dan dapat ditunda hingga IMD berakhir.

 

Alhamdulillah, hasil memang tidak mengkhianati proses. Meski tidak semua birth plan berjalan sesuai rencana, tapi dengan pemberdayaan diri sejak awal hamil dengan mengikuti beberapa kelas prenatal baik offline maupun online serta persiapan fisik dengan prenatal yoga, saya merasa puas dan bahagia dengan proses ini. Kami sangat bersyukur kepada Allah atas segala kelancaran yang Ia berikan.

 

Terima kasih kepada seluruh Tim Ibu Alam yang dengan luar biasa sabar dan penuh perhatian merealisasikan birth plan yang saya ajukan sekitar sebulan sebelum HPL. Semoga makin banyak ibu hamil yang merasakan proses persalinan secara nyaman di Ibu Alam J

 

@raennita, ibu dari #elfathamirza

Our Gallery

Kumpulan galeri klinik ibu alam

Contact Us

Untuk memperluas jaringan, dan kerjasama dalam mengaplikasikan konsep Ibu Alam ke dalam sebuah klinik pratama / utama / RS. Ibu Alam menyediakan pendidikan dan pelatihan (education and training) oelh Ibu Alam tim bagi stake holder yang berminat. Pelayanan holistik ini mampu bersaing di era global, karena mindset costumer bukan lagi pelayanan gratis namun pelayanan yang nyaman dan humanis. Company Profile Ibu Alam akan dikirim via email jika anda berminat mengadakan kerjasama.

Contact Info

  • Tegalsari 1/8 Mangunsari
    Sidomukti Salatiga
    Jawa Tengah 50721